Rabu, 16 Maret 2011

CERITA SUKSES DARI DAERAH


Kisah Hidup Badrun Si Pedagang Kelontongan
Sebut saja Badrun,pemuda kelahiran Blora 31 Januari 1980 ini hanyalah seorang laki-laki lulusan Sekolah Dasar. Semula dia hanya seorang buruh toko di pagi hari dan sore hari menjadi guru mengaji yang tanpa bayaran sepeserpun.Dia menjadi buruh toko semenjak dia lulus SD,bisa dibilang kurang lebih 15thn. Setiap pagi harus bangun pagi mengecek barang-barang yang ada di toko,melayani pembeli yang ada dan terkadang kena marah dari sang majikan kalau ada kesalahan dalam menghitung pendapatan di toko itu. Walaupun sebenarnya bukan murni kesalahan dia,tapi dia menerimanya dengan lapang dada. Selesai menjaga toko,sore harinya berangkat ke Masjid untuk mengajar mengaji. Meskipun tanpa bayaran, namun dia berangkat mengajar dengan setulus hati. “Itung-itung beramal” katanya.
Tahun berganti tahun,dia memutuskan keluar dari pekerjaannya menjadi buruh toko itu. Mungkin sekitar satu sampai dua bulan dia menganggur di rumah,hanya mengajar mengaji saja di kala sore hari tiba. Orang tuanya hanya seorang petani dan modal hidup keluarga hanyalah seekor sapi dengan satu anak peninggalan neneknya yang sudah meninggal.
Setelah berfikir dan berbagi dengan orang tuanya,akhirnya dia memutuskan untuk menjual anak sapi tersebut. Uang hasil penjualan anak sapi tersebut dipakai untuk menyewa sebuah ruko untuk berjualan.
Dari sinilah awal kesuksesan Badrun dirintis,mungkin kalo dihitung dari tahun 2011 ini sudah sekitar 7 tahun yang lalu. Cukup lama juga y..!!!Dari dia menyewa sebuah ruko itu dia mulai mengisi rukonya dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Awalnya barang-barang yang dia jual sangat terbatas sekali dan pembeli pun jarang yang berminat mengunjungi tokonya. Kebanyakan pembeli mengunjungi toko yang ada di sebelahnya karena lebih dulu daripada toko Badrun. “Sabar..semua itu butuh waktu yang mungkin memang lama” katanya sambil mengelus dada.
Bulan demi bulan,semakin ramai saja pengunjung di toko Badrun. Semakin banyak pula pendapatan tiap harinya dan barang yang dijual juga semakin bertambah. Setelah 3 tahun berjalan,dia bisa mengembalikan modal dari orang tuanya. Tak hanya seekor anak sapi tapi seekor sapi jantan yang gagah.
Berjalan kurang lebih 5 tahun usaha toko kelontongannya tersebut, Badrun bisa membeli sepeda motor untuk transportasinya dari rumah ke toko,untuk membeli barang,dll. Dahulunya dari rumah dia hanya menaiki sepeda untuk menuju toko,dan naik angkot ketika mau membeli barang-barang untuk mengisi tokonya.
Selang 1 tahun,ekonomi keluarga Badrun semakin membaik. Dia bisa membeli sapi lagi dan membeli mobil,memang sich bukan mobil sebagus mobil-mobil sekarang ini. “Yang penting bisa memudahkan mendatangkan barang-barang dagangan” ujarnya.
Sampai sekarang ini, usaha toko kelontongan Badrun semakin maju dan semakin ramai pengunjung. Dia juga memanfaatkan mobilnya untuk disewakan ke tetangga yang butuh untuk bepergian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar